sumber: pinterest Bagi warga Kaliwungu Mbah Lurah memang terlihat aneh. Tak jarang ia ditemukan berseragam rapi sambil menggayuh sepeda selayaknya perangkat desa yang hendak berangkat kerja. Di hari lain, Mbah Lurah akan menyamakan pakaiannya dengan orang-orang yang suka ngamen di pinggiran kota. Selain suka bergonta-ganti gaya pakaian, keberadaan Mbah Lurah memang…
Read more »Sumber:Pinterest Di gardu arah masjid, tampak Mbah Sunah menghembuskan asap rokonya dengan menenteng dua kantong plastik putih yang berisikan nasi berkat yang akan ia bawa di acara nanti. Terbangnya asap rokok lamat-lamat membuat ia kembali mengingat kejadian dua tahun lalu. Di teguknya habis arak satu botol sambil melintas di depan masjid ketika warga sedan…
Read more »sumber:pinterest Selepas asar Pak Hari menanyakan keberadaan Saikun kepada Pak RT. Sejak tadi saikun memang meminta izin ke kota untuk mengambil takjil pesanan Pak RT. Tapi sampai sore ini Saikun belum juga menampakkan diri di masjid. “Pesen apa sih Te.” “Tunggu saja. Nanti juga tahu sendiri, pokoknya di desa ini gak ada yang jualan.…
Read more »sumber:pinterest Dari arah Barat Saikun bergegas menuju emper rumah Pak RT. Dua tiga kali ketukan, tidak ada sautan dari dalam. Ia bergerak menuju halaman samping, diintipnya melalui jendela. Rumah itu masih sepi. Raut wajah Saikun mulai gelisah dengan sesekali melihat undangan yang ada di gengamannya. “ Kulo nuwunn, Pak RTEEE,” Saikun memanggil dengan sedikit kencan…
Read more »Di suatu sore yang syahdu, tampak pak Mad berjalan dari arah barat dengan membawa empat bingkisan kantong hitam yang ia dapat dari beberapa hajatan. Lagi-lagi, wajah keriputnya menunjukkan ekspresi tiada menentu. Keempat bingkisan nasi berkat itu ia letakkan di atas meja pawon, kemudian ia tarik kursi di depannya dan mulai mengamatinya. Sesekali, hembusan nafasnya …
Read more »Selepas dari masjid, pak Mad, tukang cukur yang taat beribadah itu melepaskan punggung pada kursi kayu di emper rumahnya. Sambil melepas songkok hitamnya sisa kopi yang sudah dingin kembali ia seruput dengan penuh kenikmatan. Lagi-lagi pak Mad mendesah dengan pelan seperti ada hal serius yang sedang ia pikirkan. "Mbok wes ndak usah pasang wajah susah to pak, k…
Read more »