Sore itu semua tampak sudah siap, seperti akan melaksanakan sholat hari raya mereka berpakaian rapi, wangi dan terlihat sangat sumringah. Mereka keluar dari rumah satu persatu, aku amati dengan teliti dari daun jendela kamar yang terbuka lebar, mereka tidak memperhatikanku yang sedang kebingungan memperhatikannya. Kegembiraan mereka telah penuh mengisi seakan-akan aku memang sedang tidak ada di sana.
Kemana? tanyaku. Tidak ada yang menjawab. Aku kembali mematung dan menyaksikan lebih banyak lagi orang-orang yang berhamburan keluar rumah lagi-lagi dengan wajah gembira. Aku ketakutan ingin diangkutnya dalam kegembiraan itu.
Seperti mustahil. Ibu dan bapak ikut berbaur pada keramaian itu. Aku memanggil ibu, namun hanya tercekat ditenggorokan. Ibu menoleh kearahku dan menyunggingkan senyuman.Ia gayuhkan tangannya ke arahku, sedangkan aku tidak kuasa melepas jari-jari yang menggenggam erat bingkai jendela.
Ayo ikut, acara maulidan.
Tiba-tiba hpku berdering, aku terbangun,,,
" Hallo"
" Ayuhh kumpul"
Tut tut,,
12.48 WIB
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
12 Rabiul Awal 1442 H

0 Komentar