Hujan. Mengingatkanku pada ruang mungil yang tiada jeda membelah ingatanku terhadap kisah-kisah di dalamnya. Di sana, di ruang tamu. Bapak selalu lebih dulu bertengger di kursi utama selepas asar sembari berdendang tembang apa saja. Dengan balutan sarung yang melilit perut buncitnya dan koko besar yang berhasil menenggelamkan lengan legamnya, bapak kerap memaduk…
Read more »Ada yang unik untuk aku kenang mengenai hari santri, kisah aku bersama bapak dengan motornya Sembilan tahun yang lalu, kiprah laki-laki paruh baya membawaku menyusuri jalanan asing yang belum pernah kami jajah. Aku tidak ingat bagaimana raut wajahnya kecuali rasa tenang yang ia salurkan di hari itu. Aku melingkarkan pegangan dilingkar perut buncitnya, sambil …
Read more »
Curhatan